Minggu, 08 Februari 2015

Tentang Cewe

Cewe itu ga suka sama cowo yang matanya jelalatan,karna apa?karna yg seperti ituloh ciri ciri cowo yang gampang selingkuh...

Cewe paling suka kalo di perhatiin terus sama cowonya ...

Cewe ga suka sama cowo yang kasar,suka bikin cewe nangis ...

Cewe bisa bikin cowonya nyaman kalo cowonya serius sama dianya,ga main main,ga egois ...

Cewe bisa baik ke cowo,kalau cowo itu baik ke dia ...

Terkadang cewe itu hanya untuk di buat senang senang saja sama cowo ...


Cewe itu hatinya ada yang lembut dan ada juga yang kasar ,, dan jangan sesekali anda melihat cewe cuma karna cantiknya saja ...

Pacaran itu ga akan jauh di orang orang yg pengen Phoin hubungan mereka ...

Kenapa cewe nangis? Karna cewe itu kalo udah di bikin sayang sama cowo,pasti ga akan main main ...



Nah sekarang Tips untuk kalian yang ingin hubungannya Aman,Langgeng ..
-Tidak saling egois
-Saling terbuka
-Jangan ada rahasia antara kalian berdua
-Saling perhatian
-Saling sayang
-Saling pengertian
-Saling kasih kabar
-Jangan berbohong
-Saling jail (biar seru)
-Harus bisa bikin pasangannya nyaman

Semoga cara yang di atas bisa berhasilll ....

Gita Asifa




















Senin, 20 Oktober 2014

PERCERAIAN

Sesungguhnya perceraian bukanlah titik akhir dari masalah sebuah rumah tangga yang sudah runtuh... 
Setelah perceraian terjadi, dua insan yang pernah mengarungi biduk rumah tangga bersama-sama akhirnya memperebutkan hak asuh buah hati mereka... 
Sungguh hal ini bukanlah hal yang mudah bagi seorang ibu. Bila ia kehilangan hak asuh atas anaknya, itu bagaikan kehilangan bagian terpenting dari hidupnya .

Betapa hati seorang Ibu akan sangat teriris-iris dan terluka setiap kali melihat buah hatinya terjebak antara Ayah dan ibunya... 
Pasti akan sangat menyakitkan bagi seorang anak saat melihat dua sosok yang selama ini menjadi panutannya, berebut hak asuh atas dirinya... 
Aku sebenarnya ingin menghindari hal ini karena aku sadar kalau perebutan hak asuh akan memberi pengaruh buruk pada perkembangan psikologis anakku... 
Bagiku mengasuh anak adalah tugas mulia seorang ibu. Betapa bahagianya seorang ibu yang mampu melihat anaknya terlahir dari rahimnya, bisa tumbuh sehat dengan cinta kasih yang dicurahkan olehnya.
   
Bila seorang ibu harus kehilangan hak asuhnya, hatinya pasti akan remuk redam ...
Betapa perebutan hak asuh anak ini bagaikan memakan buah simalakama bagiku... 
Di satu sisi, sang ibu ingin anaknya tumbuh bahagia dengan kasih sayang kedua orang tuanya... 
Sementara di sisi lain, sang ibu juga tidak mampu hidup tanpa kehadiran sang buah hati ...  





















Belajar Dari Hening

Keheningan sering sadarkan,
bahwa kita kan menyepi atau menggelora ramaikannya.
tapi ku tak juga tahu,
sejak kau bukan lagi pengetuk hatiku.

Keheningan sering sadarkan ku,
pada jagad kutitipkan hati.
Karena kau selalu pergi mengembaranya,
dan aku tertinggal tuk pelihara cinta.

Keheningan sering sadarkan ku,
hampa adalah kawan setia...
dan belahan jiwa telah bersama panji-panjinya
mengitari langit luas,
aku tetap tertinggal.

Keheningan sering sadarkanku,
kalau aku tetaplah aku, dan dia menjadi dia.
Namun kami bermain kita,
lalu terpuruk pada asa yang retak patah.






MENARI



Ku takkan jenuh merangkai seuntai kata ...
Rindu mengusik kian menggebu ...
Ingin ku cumbui disetiap lekuk bait aksaraku ...
Dalam dekapan jemari lentikku ...
Menari gemulai di atas kertas putih ...
Terpikirkan sebuah pemikiran.. Seseorang suami yang baik adalah dia yang JUJUR dan tidak pernah membuat kamu selalu bertanya-tanya atau selalu mencurigainya...

Memang benar, melepaskan seorang yang pernah disebut "Suami"  untuk diikhlaskan kepada wanita lain demi kebahagiaan anak mereka kelakadalah bentuk pengorbanan yang mulia... tapi... salah jika saya membiarkan anak mantan suami saya itu nantinya justru lahir tanpa memiliki ayah yang sayang dan bertanggung jawab... 

Semoga makin lama, mantan suamiku ini sadar untuk menjadi pribadi yang lebih baik.. bukannya menjadi laki-laki yang seperti kehilangan arah... dan tanpa sadar, membalas rasa sakitnya dengan menyakiti, bahkan meninggalkan istri barunya dan anaknya itu...


Saya harap ... kepada perempuan lain yang senasib dengan saya agar memikirkan juga resiko ini, ketika mengambil keputusan seperti yang saya ambil.